Desa Kemantren Jadi Lokasi Penelitian Kesiapsiagaan Keluarga Hadapi Bencana Kekeringan

Desa Kemantren Jadi Lokasi Penelitian Kesiapsiagaan Keluarga Hadapi Bencana Kekeringan

Mojokerto — Desa Kemantren, Kabupaten Mojokerto, tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (FK UPNVJT), tetapi juga menjadi lokasi penelitian “Penilaian Indeks Kesiapsiagaan Keluarga terhadap Kesehatan dan Manajemen Bencana di Wilayah Rawan Kekeringan Mojokerto, Indonesia.”

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya FK UPNVJT untuk memahami sejauh mana keluarga memiliki pengetahuan, kesiapan, serta kemampuan dalam menghadapi risiko bencana kekeringan, khususnya dampaknya terhadap kesehatan.

dr. Chy’as, selaku penanggung jawab penelitian, menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkup terkecil dalam kehidupan masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana.

Melalui penelitian ini, keluarga tidak hanya diposisikan sebagai objek penelitian, tetapi juga sebagai titik awal pembentukan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, keluarga sebagai lingkup terkecil di masyarakat dapat semakin memahami risiko kekeringan, mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi dampaknya terhadap kesehatan,” ujar dr. Chy’as.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak harus selalu dimulai dari skala besar. Keluarga yang mengetahui risiko, memiliki rencana, memahami tindakan saat terjadi bencana, dan mampu menjaga kesehatan anggota keluarganya merupakan fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang tangguh.

Oleh karena itu, hasil penelitian di Desa Kemantren diharapkan tidak berhenti pada data dan angka indeks kesiapsiagaan, tetapi dapat menjadi dasar untuk menyusun intervensi edukasi dan pemberdayaan keluarga yang sederhana, aplikatif, serta sesuai dengan kondisi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat FK UPNVJT yang menghadirkan Prof. Hafiz T.A. Khan, Professor of Public Health & Statistics, University of West London, United Kingdom. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai sindrom metabolik dan kesiapsiagaan bencana, serta diperkenalkan dengan Emergency Bag atau Tas Siaga Bencana yang dikembangkan oleh FK UPNVJT.

Melalui integrasi penelitian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, FK UPNVJT berharap Desa Kemantren dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kesiapsiagaan bencana dibangun dari tingkat keluarga, diperkuat oleh komunitas, dan kemudian berkembang menjadi ketangguhan masyarakat secara lebih luas.